Burung merpati ini digunakan untuk alat komunikasi tahun 1946 oleh Divisi Ronggolawe yang tersimpan di Museum Brawijaya Malang
Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts
Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts
Friday, April 5, 2019
Sunday, January 29, 2017
Wednesday, January 25, 2017
Samin Surosentiko (Blora, 1859 - Padang, 1914) atau Samin, bernama asli Raden Kohar, adalah pelopor Ajaran Samin (Saminisme).
read more "Samin Surosentiko"
Friday, January 20, 2017
Goa Gondel terletak di Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Goa Gondel merupakan situs geoarkeologi atau hunian manusia purba. Goa Gondel sendiri kurang terawat karena kurangnya perhatian pihak-pihak yang terkait, namun sebagai orang Bojonegoro seharusnya kita ikut menjaga serta melestarikan sejarah di Bojonegoro. Hal ini menandakan bahwa di Bojonegoro sudah ada manusia sejak zaman prasejarah.
Wu-Wu merupakan alat jebakan ikan yang terbuat dari bambu. Wu-Wu sangat efektif digunakan di air yang mengalir untuk menangkap ikan. Biasanya wu-wu digunakan di bawah turunan air sehingga ikan tidak bisa lepas, ataupun digunakan dengan cara menaruh disela-sela batu sehingga air mengarah ke wu-wu semua. Keberadaan wu-wu masih ada sampai sekarang namun memang sudah jarang digunakan karena populasi ikan yang menurun di sungai-sungai. Masyarakat saat ini lebih menggunakan jaring untuk ukuran waduk dan pancing di kolam pemancingan.
Suwangan atau ngor merupakan layang-layang dengan suara ngor atau ngur dan woor. Suwangan atau ngor merupakan layangan tradisional yang sangat indah. Layang-layang ini memiliki berbagai bentuk dan paling mudah adalah bentuk bulan. Adapun bentuk dari layang-layang ini dari bentuk bintang, bebek, sayap dan lain sebagainya. Layang-layang ini memiliki sebuatan sendiri-sendiri di daerah-daerah di Jawa ataupun Indonesia.
Do'dokan atau layangan merupakan permainan tradisional Nusantara termasuk Bojonegoro. Do'dokan merupakan sebuatan untuk layanan di daerah Bojonegoro bagian selatan. Layang-layang ini biasanya dimainkan saat musim kemarau dengan angin yang bertiup kerah barat. Layang-layangan memiliki dua jenis yaitu layang-layang biasa dan layang-layang dengan ekor dari kertas yang memanjang. Adapun pertarungan layang-layang menggunakan layang-layang tanpa ekor dan menggunakan "senar gelasan".
Gantar atau Gotek merupakan alat dari bambu yang panjang dan diatasnya dibentuk bercabang untuk memetik buah yang tinggi. Gantar/gotek merupakan nama sebutan dari masyarakat Bojonegoro pada umumnya untuk benda tersebut. Keberadaan ini semakain digantikan dengan bahan alumunium yang lebih ringan dan tidak cepat rusak.
Alu dan lumpang merupakan alat untuk menghaluskan kopi pada umumnya di Bojonegoro. Alu dan lumpang selain menghaluskan kopi juga digunakan menghaluskan padi, jagung dan biji-bijian yang keras untuk menjadi tepung dan serbuk. Sebelum adanya alat penghalus dengan mesin alu dan lumpang menjadi alat yang wajib berada di dapur para ibu-ibu jawa. Alu dan lumpang semakin jarang di temui namun masih dapat di temui di daerah selatan Bojonegoro.
Oklek atau Tokler merupakan alat musik tradisional Indonesia termasuk Bojonegoro yang terbuat dari bambu. Oklek ini memiliki beberapa jenis oklek tunggal dan ganda/doubel. Gambar di atas merupakan oklek tunggal karena memiliki satu lubang saja, jika oklek dengan versi doubel memiliki lubang dua sehingga memiliki nada yang lebih bervariasi. Oklek/Tokler ini sebuatan dari Bojonegoro, sebenarnya sebutan alat musik ini sangatlah banyak di berbagai daerah-daerah. Alat ini digunakan biasanya saat membangunkan sahur yakni pada bulan ramadhan/puasa, selain itu juga digunakan malam takbir idhul adha dan fitri. Akhir-akhir ini penggunannya dicoba dikolaborasikan dengan musik modern (gitar & drum) bertujuan mengangkat potensi dan menjaga kekayaan budaya Nusantara.
Kekehan sebuah gasing tradisional yang berasal dari Bojonegoro dan pada umumnya Jawa Timur. Kekehan merupakan permainan yang biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Masyarakat Jawa Timur tidak seluruhnya mengetahuai permainan ini karena mulai tergesernya permainan ini dengan permainan yang modern. Kekehan diputar dengan tali yang panjang dan di lepar kerah tanah sehingga berputar. Bahan dari kekehan merupakan kayu tetapi tidak semua kayu kuat digunakan dan mudah dibentuk. Kayu yang biasanya dibuat menjadi kekehan adalah kayu asem, kayu akasia, kayu mahoni dan kayu mlandingan, adapun kayu jati sebenarnya kuat namun karena tidak semua memiliki kayu tersebut dan sulit di jumpai.
Cara bermain kekehan ini:
Sesi 1: Pertama semua kekehan di putar (dijalankan) bersamaan, siapa yang duluan berhenti dia menjadi tumbal (kalah duluan) dan terakhir berputar menjadi pemenang (raja).
Sesi 2: Orang yang kalah (berhenti terdahulu saat sesi 1) menjadi tumbal, sehingga di harus memutarkan kekehannya. Selanjutnya orang kedua menhantamkan kekehannya ke kekehan orang pertama, orang ketiga menghantam kekehan orang kedua dan seterusnya sampai raja.
Catatan:
-Apabila orang 1 setelah dihatam masih berputar dan orang kedua kekehannya berhenti, maka orang kedualah yang mengantikan orang pertama dan menjadi tumbal dan orang pertama menjadi kedua.
-Apabila orang kedua menghantamkan kekehannya ke kekehan orang pertama dan ternyata tidak kena maka orang kedua secara otomatis kalah dan mengantikan orang pertama.
Sesi 3: seterusnya sama sampai permainan dinyatakan berhenti dengan kesepakatan bersama.
Keunikan dari permainan ini juga kita belajar struktur pemerintahan masa kerajaan dari tumbal (kunyik), prajurit 1,2,3 ... sampai jenjang Senopati, Raja.
Bojonegoro merupakan kabupaten yang menghasilkan tembakau berkualitas. Pada awal tahun 2000an Bojonegoro menjadi kabupaten di Jawa Timur dengan tembakau terbaik dan terbanyak. Petani di Bojonegoro sampai saat ini yang masih mempertahankan menanam tembakau daerah Kanor, Baureno, sumberjo, Kapas (kapas) dan daerah selatan (sebagian).
Widik merupakan anyaman dari bambu untuk menjemur dan mengeringkan tembakau yang sudah di potong kecil dan panjang. Nama widik sendiri merupakan sebutan oleh petani tembakau untuk benda dari anyaman bambu untuk mengeringkan dan memanaskan potongan tembakau dengan sinar matahari. Widik masih bisa kita temui di rumah-rumah para petani tembakau. Kegunaan widik selain untuk mengeringkan tembakau biasa dimanfaat untuk menjemur krupuk di industri rumahan. Walaupun sekarang widik jarang bahkan sudah tidak ada di perkotaan, namun sepatutnya kita bangga dan tetap menjaga alat-alat tradisional kita.
Wayang thengul merupakan wayang khas dari Bojonegoro Jawa Timur. Wayang thengul menyerupai wayang golek, namun perbedaannya pada karakter tokoh dan cerita wayang. Wayang thengul menceritakan cerita lokal dan masa kerajaan asli dari Indonesia khususnya Jawa. Wayang golek menceritakan cerita seperti ramayana dan mahabarata atau lebih dikenal dengan cerita wayang purwa. Wayang thengul memiliki popularitas saat tahun 1970an sampai 1990an. Sejarah dari wayang thengul sendiri kurang jelas karena tidak terdapat bukti yang kuat, namun terdapat cerita bahwa wayang ini buat oleh Sumijan tahun 1930 untuk kepentingan pertunjukan tetapi ada beberapa sejarawan yang tidak sependapat dengan pernyataan ini.
Keberadaan wayang thengul sekarang ini kurang diminati dan tergeser oleh hiburan-hiburan yang dianggap lebih modern dan baru. Wayang thengul keberadaannya semakin terancam karena dalang dari wayang thengul sendiri semakin sedikit dan sangat sedikit yang mempelajarinya. Inovasi karakter dan cerita wayang thengul mungkin dibutuhkan untuk menarik minat masyarakat kembali sehingga melihat wayang thengul yang merupakan warisan leluhur kita.
Thursday, January 19, 2017
Selamat Datang di Museum Visual Bojonegoro.
Kami hadir bukan sekedar menulis sejarah namun menciptakan sejarah dari nilai-nilai sejarah.
Visi Misi
1. Menyajikan Sejarah Dengan Populler
2. Menyampaikan Pelajaran Dari Sebuah Peristiwa Sejarah
read more "SELAMAT DATANG DI MUSEUM VISUAL BOJONEGORO"
Kami hadir bukan sekedar menulis sejarah namun menciptakan sejarah dari nilai-nilai sejarah.
Visi Misi
1. Menyajikan Sejarah Dengan Populler
2. Menyampaikan Pelajaran Dari Sebuah Peristiwa Sejarah
Subscribe to:
Posts (Atom)
















